Lakukan Vaksinasi, Kasus PMK Di Kuansing Menurun

Lakukan Vaksinasi, Kasus PMK Di Kuansing Menurun

Guna memberantas penyebaran virus penyakit mulit dan kuku (PMK) di kuantan sengingi, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kuantan Sengingi (Kuansing), Riau menyuntikkan vaksin pencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk ribuan ekor hewan ternak yang ada di Kuansing, hal ini agar kasus PMK di Kuansing menurun.

Upaya tersebut memberikan dampak positif, vaksinasi yang diberikan kepada hewan ternak membuat kasus PMK di Kuansing menurun.

Berdasarkan hasil penuturan oleh Plt Kepala Disbunak Kabupaten Kuansing, Andri Yama Putra, pihaknya telah melakukan penyuntikan vaksinasi PMK untuk 4.013 ekor hewan ternak yang terdiri dari hewan ternak sapi dan hewan ternak kerbau. Bukan hanya itu, 2.474 hewan ternak lainnya juga dilakukan vaksinasi booster.

“Kita terus bekerja keras berupaya untuk melakukan penanganan PMK ini, terlebih lagi di Kuansing yang menjadi daerah tertinggi. Alhamdulillah, saat ini Kuansing merupakan daerah yang tinggi, tapi angka kesembuhannya juga yang paling tinggi, ujar Andri Yama”, Senin (19/9/2022) dari GoRiau.com

Selain itu, Andri Yama Putra juga menuturkan bahwa kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Kuantan Sengingi saat ini mencapai angka 1.128 ekor. Dari jumlah kasus tersebut, 974 ekor saat ini sudah dinyatakan sembuh dari Penyakit Mulut dan Kuku sedangkan kasus kematian akibat PMK tercatatat hanya dua ekor.

“Kita akan terus melakukan pemantauan kasus aktif hingga saat ini. Mudah-mudahan tidak ada kasus kematian baru akibat PMK lagi”, pungkas Andri Yama.

Baca juga: Seorang Pengemudi Mobil Ditangkap Karena Sering Mengisi BBM Solar

Plt Kepala Disbunak Kabupaten Kuansing itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk pro aktif untuk melakukan pelaporan kepada Dinas Perkebunan dan Peterenakan Kuansing tentang kesehatan hewan ternaknya terutama kepada petugas lapangan. Sehingga nantinya kasus PMK bisa dicegah lebih awal dan jika nanti terdapat gejala-gejala dapat segera ditangani oleh petugas lapangan.

Sebelumnya kasus PMK pertama di Kabupaten Kuantan Sengingi terdeteksi saat memasuki hari Raya Idhul Adha dimana hewan kurban yang didatangkan dari Sumatera Utara terjangkit PMK, kemudian setelah itu, mulai bermunculan kasus-kasus PMK lainnya di daerah-daerah yang ada di Kaunsing. Pada bulan juli tercatat 161 hewan ternak seperti Kerbau dan Sapi Bali, terkena kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) d Tujuh Kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Namun pada saat ini setelah dilakukan vasinasi PMK dan booster, kasus PMK di Kuansing menurun.

Baca juga: Kelebihan atau Kekurangan Oli Akan Berdampak Pada Performa Motor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *