Habib Bahar bin Smith Segera Bebas Usai Vonis 6 Bulan Penjara

Habib Bahar bin Smith Segera Bebas Usai Vonis 6 Bulan Penjara

Habib Bahar Bin Smith dinyatakan bebas pasca dijatuhi kurungan penjara enam bulan 15 hari di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (16/8/2022). Habib Bahar bin Smith langsung divonis bebas dikarenakan ketika Senin (3/1/2022) malam saat periksa oleh penyidik Polda Jabar (Jawa Barat) dugaan kasus penyebaran hoaks saat itu juga Ia langsung ditahan.

Baca juga: Agen Penjual Judi Online Diringkus Polisi Kuantan Sengingi

Dengan vonis bebas ini, Habib Bahar bin Smint sudah bisa kembali menghirup udara bebas, karena Ia telah menjalani masa kurungan penjara melebihi dari vonis yang dijatuhi hakim.

Habib Bahar bin Smith menyampaikan putusan majelis hakim yang diberikan kepadanya ini dapat kembali membangkitkan kepercayaan masyarakat. Menurutnya hal ini karena masih adanya keadilan sosial di Indonesia, hal itu ia katakan disela-sela hendak masuk dalam mobil tahanan.

“Putusan ini menjadi awal kembali bangkitnya kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa masih ada keadilan di Indonesia, tutur Habib Bahar, di halaman Pengadilan Negeri Bandung, Selasa.

Ketika berada dalam mobil tahanan, ia sempat menyapa pada simpatan dan jamaahnya yang hadir di Pengadilan Negeri Bandung. Sebelum itu juga Bahar bin Smith banyak mendapat dukungan, pelukan dari pada simpatisan dan jamaahnya atas vonis yang dibacakan hakim Dodong Rusdani. Habib Bahar berpesan kepada jemaahnya untuk pulang dengan kondisi yang kondusif, tertib dan aman.

Ketua Majelis Hakim, Dodong Rusdani menegaskan bahwa putusan yang Ia tetapkan kepada Habib Bahar Bin Smith tidak ada dipengaruhi atau diintervensi oleh pihak manapun.

“Tidak ada pengaruh apapun yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah” tutur Dodong.

Dalam vonis yang diputuskan, Habib Bahar dinyatakan tidak bersalam atas dakwaan primet dan subsider terkait penyebaran berita bohong yang dituduhkan kepada dirinya. Akan tetapi Habib Bahar dinyatakan bersalah atas dakwaan lebih subsider dikarenakan telah menyebarkan berita tidak pasti yang berpotensi menyebabkan kerusuhan masyarakat.

Vonis majelis hakim lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa yang menuntut hukuman lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) yang diketuai Suharja. JPU pun masih pikir-pikir atas vonis yang diputuskan majelis kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *