Gubri Terima Audiensi Datuk Penghulu Adat IV Koto dari Kuansing

Gubri Terima Audiensi Datuk Penghulu Adat IV Koto dari Kuansing

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menerima kunjungan para datuk penghulu adat IV Koto dari Kuansing untuk melakukan audiensi. Audiensi tersebut berlangsung di Kediaman Gubernur Riau, Senin (02/01/2022).

keponakan dari Datuk Bertuah yakni Datuk Rizaluddin, mengatakan kedatangannya dalam rangka untuk silaturahmi serta meminta saran dari Gubernur Riau perihal permasalahan yang terjadi di Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Adapun salah satu permasalahan yang disampaikan yakni keberadaan PT Wahana Jingga Timur (WJT) yang dirasakan sudah banyak merugikan masyarakat Kecamatan Inuman dan sekitarnya.

Sebagai informasi, PT WJT ini adalah anak dari perusahaan PT Duta Palma Nusantara (DPN) juga PT Cerenti Subur di Kuansing. Tempat terjadinya permasalahan sengketa lahan ini terletak di Tanah Ulayat Desa Koto, Kampung Baru dan Gunung Melintang, Kuantan Hilir.

“Kedatangan kami mewakili datuk – datuk yang ada di Kuantan Sengingi terutama datuk penghulu IV koto, menyampaikan saat ini banyak masalahan terjadi terutama masalah perkebunan kemudian keberadaan perusahaan perkebunan yang bermasalah dari dulu sampai sekarang tak kunjung selesai, terkait tanah ulayat yang diserobot tidak ada ganti-rugi,” ucap Rizaluddin.

Ditambahkan Rizaluddin, tanah ulayat tersebut dahulunya merupakan hutan lindung yang juga terdapat perkuburan Tokoh Adat terdahulu Niniak Darah Putih. Sebelumnya, luas lahan mencapai ratusan hektar, akan tetapi sekarang tinggal setengah hektar.

” kami sudah layangkan surat terus sampai detik ini, tapi tak ada tanggapan. Seolah – olah PT WJT itu sudah berkuasa juga semena – mena, tidak ada ngasih respon, solusi bahkan sekalipun diskusi,” ujarnya.

Lebih lanjut dari persolaan mengadu terkait tanah ulayat, para datuk Kuansing juga menyampaikan aspirasi masyarakat setempat untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Masyarakat setempat telah menyiapkan lahan bahkan siap untuk menghibahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Kedatangan para datuk tersebut disambut baik oleh Gubri Syamsuar serta mendengarkan dengan seksama semua keluhan dan aspirasi yang disampaikan.

Baca juga: Kejati Riau Panggil 7 Saksi Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Raya Pekanbaru

Syamsuar juga berjanji untuk turun ke Kuansing, khususnya ke kecamatan Inuman untuk melihat langsung kondisi persoalan tanah ulayat yang dipersoalkan disana. Termasuk melihat tanah yang disiapkan untuk sekolah SMK harapan dari penduduk sekitar.

Kedatangan para datuk penghulu adat itu datang ke kediaman Gubri untuk audiensi didampingi oleh tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru yakni Dr H Edyanus Herman Halim MSi yang juga bergelar sebagai Datuk Bisai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *