Cara Membedakan Lowongan Kerja Palsu dengan Lowongan Kerja Asli

Cara Membedakan Lowongan Kerja Palsu dengan Lowongan Kerja Asli

Cara membedakan lowongan kerja palsu dengan lowongan kerja asli. Beberapa hari ini sedang dilaksanakan bursa lowongan kerja (Job fair) oleh Dinas Ketenagakerjaan (disnaker) provinsi Riau. Acara tersebut mengadirkan puluhan Perusahaan dan Institusi yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Ribuan orang pelamar berbondong-bondong mengikuti jobfair tersebut dengan harapan agar diterima kerja. Jobfair merupakan salah satu wadah resmi yang dapat dijadikan rujukan dalam melamar pekerjaan karena banyak beredar informasi-informasi lowongan kerja yang palsu.

Baca juga: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Laporkan ke Bawaslu

Lantas, bagaimana cara kita membedakan lowongan kerja palsu dengan lowongan kerja asli, berikut caranya:

  1. Tidak ada employer brand
    Employer brand merupakan reputasi dan kualitas perusahaan yang perlu dijaga oleh oleh perusahaan itu sendiri. Dikutip dari LinkedIn, ada sekitar 80 persen talent acquisition managers yang setuju kalau employer brand memiliki pengaruh yang besar dalam menerima tenaga kerja baru yang berkualitas. Adapun salah satu cara menjaga reputasi dari prusahaan ialah dengan memaintenace aktifitas perusahaan di sosial media. jika perusahaan yang anda lamar tidak bisa dicari informasinya pada website, instagram, facebook, berita dan lainnya, besar kemungkinan bahwa info lamaran pekerjaan dari perusahaan tersebut palsu.
  2. Diminta membayar sejumlah uang
    Kejadian ini merupakan kejadian informasi lamaran pekerjaan palsu yang paling banyak orang keluhkan. Pasalnya telah banyak daripelamar yang sudah tertipu dimana mereka mengaku kehilangan uangnya karena perusahaan gadungan. Adapun alasan yang disampaikan oleh perusahaan palsu tersebut beragam yakni seperti keperluan untuk uang pendaftaran, uang perjanjian, uang asuransi barang yang akan anda gunakan, uang operasional pelatihan, serta uang pembayaran lainnya. Jika nantinya anda menemukan informasi penerimaan kerja seperti ini, jangan anda apply lamaran disitu. Karena perusahaanlah yang justru membayar anda bukan sebaliknya, perusahaan yang benar tidak dipungut biaya.
  3. Tidak menggunakan email resmi domain perusahaan
    Hiring Manager biasanya menggunakan email ber-domain perusahaan untuk menghubungi rekan kerja maupun kandidat. Jika Anda menerima email lowongan kerja dari seseorang yang menggunakan domain gratisan (seperti @gmail, @hotmail, @yahoo, dan lainnya), maka Anda perlu curiga bahwa lowongan yang ditawarkan adalah palsu.

Itulah beberapa cara untuk mengetahui apakah informasi lamaran kerja yang anda lamar benar atau tidak, supaya dapat membatu menghindari dari penipuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *