Booster Tidak Syarat Wajib Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri

Booster Tidak Syarat Wajib Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri

KUANSING (HALOKUANSING) Booster Tidak Syarat Wajib Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri. Vaksin booster beberapa waktu yang lalu dikabarkan menjadi syarat wajib untuk melakukan perjalanan luar kota bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Akan tetapi hal tersebut ternyata tidak menjadi syarat mutlak, karena penerima vaksin dosis pertama dan kedua serta penyandang komorbid tetap bisa melakukan perjalanan dalam negeri dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Baca juga: Putin Tantang Negara Barat Untuk Perang

Regulasi itu diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2022 yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, yang akan mulai diterapkan pada 17 Juli 2022 nanti. berdasarkan pada aturan tersebut dijelaskan bahwa PPDN yang melakukan perjalanan dan telah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diharuskan untuk memperlihatkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen yang dalam artian Booster tidak syarat wajib

Syarat perihal ini akan diberlakukan bagi mereka yang akan melakukan perjalanan dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia.

Sementara itu untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang telah menerima vaksinasi dosis kedua, diharuskan untuk menunjukkan hasil negatif pada rapid test antigen yang hasilnya telah ada pada tes yang dilakukan 1×24 jam. Atau bisa juga pada hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya telah diketahui pada kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan perjalanan sebagai salah satu syarat dalam perjalanan dan dapat melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster) on-site pada saat ditengah perjalanan

Sedangkan untuk PPDN yang berada pada kondisi kesehatanan yang khusus atau penyakit komorbid yang membuat tubuhnya tidak bisa menerima vaksinasi, dikecualikan terhadap ketentuan vaksinasi. Namun, mereka wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang hasilnya sudah bisa diketahui pada 3 x 24 jam sebelum bepergian antar kota.

Selanjutnya untuk PPDN berurmur 6-17 tahun cukup hanya menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis kedua yang dari dapat diperoleh dari peduli lindungi, tanpa perlu memperlihatkan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Kemudian untuk PPDN yang berumur dibawah 6 tahun dikecualikan dari keharusan vaksinasi serta tidak diwajibkan untuk memperlihatkan hasil negatif dari tes RT-PCR atau rapid test antigen. Namun jika melakukan perjalanan antar kota dalam negeri wajib bersama atau didampingi dengan orang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 juga dianjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Semua persyaratan berlaku untuk pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang ingin berpergian antar kota/wilayah dalam Indonesia. Sementara itu khusus untuk perjalanan rutin dengan moda transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api dalam satu wilayah/kawasan domain perkotaan, dikecualikan dari persyaratan perjalanan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *